Sabtu, 12 Januari 2013

Menerima Hasil Musyawarah


13 Januari 2013
Terbesit suatu hal bahwa terkadang ego mengalahkan pikiran kita untuk lebih bisa terbuka. Terkadang bibir ini begitu saja mengeluarkan kata-kata tanpa berpikir layak atau tidak dan tanpa berperasaan akan sakit atau tidak. Ya, sulit sekali ketika menerima keputusan hasil musyawarah. Apalagi jika keputusan itu tidak sesuai dengan kehendak dan harapan kita. Sempat berpikir untuk berhenti saja dan keluar dari zona ketidaknyamanan itu, namun sebagai manusia yang memiliki martabat dan bertanggungjawab selayaknya kita menerima hasil tersebut. Menurut pesan seorang saudara bahwa Allah membuat hidup itu penuh dengan kejutan. Jalan yang kita tempuh tidak selamanya nyaman. Rencana yang kita rancang tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi, bukanlah setiap kondisi Muslim itu baik? Maka, ketika mendapat ujian marilah kita bersabar. “Katakanlah, ya Allah Zat Pemilik Kekuasaan. Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Kau kehendaki. Kau cabut kekuasaan dari siapa yang Kau kehendaki. Kau muliakan siapa yang kau kehendaki dan Kau hinakan siapa yang Kau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebaikan. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al-Imran : 26).

Jadi, tunggu apalagi? Mari kita senantiasa menerima hasil daripada musyawarah yang telah kita lakukan. Terjadinya musyawarah itu bukan kehendak kita sepenuhnya. Jika Allah SWT menginginkan musyawarah itu berjalan dengan lancar, maka musyawarah itu akan berjalan dengan lancar. Begitu juga dengan keputusan yang dihasilkan. Insya Allah bukan kehendak manusia semata, namun kehendak Allah juga yang menentukan. Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan. Kata seorang saudaraku dalam pesan singkatnya. Dunia itu akan ditinggalkan di belakang, sedangkan akhirat akan berada di hadapan kita. Dunia dan akhirat tersebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. “Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal” (HR. Bukhari). Jadi, kita laksanakan hasil keputusan musyawarah bersama dengan bertanggungjawab dan kesungguhan hati dengan didasari rasa ikhlas dalam melakukannya.

Salam hangat –suwarti-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It

Digital clock

Pengikut

Total Tayangan Laman